#ABsurd Liburan Geng Kupu-kupu

Ini cerita gua tulis udah lama batdah sebenernya, tapi yaa alrite lahh. Beberapa bagian ada yg gua edit dikit dan (penjelasan) wkwkwkk. Kisahnya ya beneran, cuma dibikin lebih dramatisir aja biar alrite hahaha

Minggu-minggu liburan dan kumpulnya geng kupu-kupu.

Di hari libur pertama semuanya sudah kumpul disore harinya, geng kupu-kupu pergi ke taman (bukan taman sih sebenernya, parkiran mesjid islamic) untuk bermain bola. Banyak dari geng lain pun datang. Akhirnya Boim (ini sebenernya gua-_-) dan kawan2 memutuskan untuk sparing dengan geng lain, namanya geng bule (soalnya rata2 rambutnya di pilok kuning, anak kampung beting).

Selang beberapa menit sebelum main kedua kapten kesebelasan (padahal cuma 5 vs 5) saling bertemu untuk bersalaman dan photo bersama (ini engga ini), lalu setelah itu merundingkan harga taruhan dan peraturan, setelah dirasa ok, akhirnya disepakati. Lalu kedua team pun berbaris untuk mendengarkan lagu Netral – Garuda di dadaku (fakkk).

Geng Boim dkk menerapkan strategi full-attack dengan taktik tiki-taka, yang membuat geng bule menjadi kewalahan. Awalnya permainan berjalan kondusif  hingga geng bule kalah taruhan dari gang Boim, gang bule menjadi bermain agresif bagaikan ular kadut, kasar dan penuh dengan kecurangan.

Akhirnya tak lama Dio (ini siapa gua gatau) pun tumbang, kakinya terkilir akibat di tackling anggap saja Ahok (hah?) yang wajahnya penuh dengan jerawat dan komedo. Dio dibopong dengan tantu oleh team medis (zzzzz) lalu ditarik ke sisi gawang dan digantikan oleh Tole Adiknya.

Ipan (ini siapa lagi anjir-_-) pun kesal karena kejadian itu. Akhirnya Ipan berdoa agar mendapat kekuatan untuk menggambil tendangan bebas (lah kapan pelanggarannya ngeheee), dengan tendangan model belalang Ipan menendang dengan sekuat tenaga dan yeah berhasil, berhasil membuat setiap orang yang melihatnya menganga.

Ipan berhasil menghancurkan batu batako karena saking kencangnya ayunan kaki Ipan dan membuat kakinya hancur pula. Ipan pun gugur, dan digantikan dengan Mule (bodoamat lah) adiknya. Sementara itu korban mulai berjatuhan telah dua orang geng kupu-kupu yang menjadi korban dari keganasan lapangan, tetapi permainan masih berlanjut, kedatangan satpam lah yang akan mengakhiri jalannya pertandingan.

Boim dengan gaya dribling sambanya yang lincah serta kecepatan sprintnya yang secepat citah mulai berhati-hati dalam bermain. Bukan karna permainan gang bule yang kasar ataupun menghidari slading tackle, tapi karna dilapangan memang banyak ranjaunya (tai kucing). Boim bermain sebagai playmaker dan memberikan umpan-umpan terobosan untuk Nino yang tubuhnya lebih tinggi dibanding yang lainya. Hingga adzan maghrib berkumandang tidak satu gol pun diciptakan dari kedua team, bukan karena kedua team mulai lelah atau pertahan team yang kokoh, tapi karna bola yang digunakan nyangkut di atas pohon jengkol.

Akhirnya peluit panjang pertandingan berbunyi, satpam mulai datang dan mengusir setiap orang yang masih bermain bola karena opening adzan maghrib sudah mulai berkumandang. Disisi lain team bule bersikeras tidak mau membayar taruhan, bukan karna dia preman tapi karna mereka memang tidak mempunyai uang samasekali (modal nekat ngehe).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s