#ABsurd Petualangan Geng Kupu-kupu

Masih sama kaya cerita absurd yang kemaren, tapi yang ini engga banyak di edit cuma lebih banyak (Penjelasan atau komen nya ntahlah), cerita gajelas ini mungkin gua tulis jaman-jaman liburan un kelar smp deh, jadi yaa gitu lah maklumi saja :v
Jadi gua disini nambahin komentator aja yang ada (dalem kurungnya) enjoy the #ABsurd :v

Boim dan kawan-kawan sedang berkumpul di belakang rumah sembaring melihat halaman parkir masjid, beberapa memantau kamar mandi tetangga yang terbuka. Tak begitu lama terdengar suara seperti angin yang sangat kencang. Huuuuussssssssssttttttttttttttttttttttt ….
dan terlihat cahaya merah menghampiri.”Itu Ufo!” Teriak Ipan, “mana ?” tanya Dio.

Dan benar saja kapal terbang berbentuk Donat (hah?) telah turun ke bumi. “Kalo ufo kan kaya Piring ya?” tanya Boim. “Bukan bego kaya cobek” (kata siapa gua juga gatau). Kenapa ini mirip Donat ? (lah mana gua tau anjir) lanjut Boim (lanjutin dah lanjutin ngehe). “Ini bukan Ufo ini Batu Luar angkasa” sahut Moko (sotau u anjir, kata gua).

Kapal yang terlihat seperti Donat raksasa yang telah menumbangkan pohon-pohon parkiran itu berwarna Silver dengan kelap-kelip warna merah yang sangat bersinar terang. Sedang bingung-bingungnya terbuka sebuah pintu yang tak lama keluarlah 3 manusia planet, tapi manusia planet itu tidak seperti yang sering diceritakan di internet maupun di acara TV. Mereka adalah manusia sama seperti manusia pada dasarnya. Tingginya pun sama. Setelah mereka keluar mereka langsung memperkenalkan diri mereka dan tugas mereka (tau dari mana u nyet itu alien?), yakni yang sebelah kanan badannya tegak dan yang paling tinggi bernama Slamet (kentod alien namanya SLAMET? dan u udah tau aja anjir namanya siapa padahal dia belom kenalin diri, bangke lah), yang tengah terlihat sudah kakek-kakek bernama Ucok (terserah lu tai!). Dan yang kiri terlihat seperti perempuan cantik bernama Sophia (bodoamat sekalinya cewe namanya bagus ngehe).

Boim dan kawan-kawan bingung. “Itu manusia ya?” tanya moko (lah gua kira elu udah tau itu alien-_-), “iya kali” sahut dio, itu alien lanjut moko (hmm baru tau toh-_-). Dan ketiga makhluk asing itu menghampiri Boim dan kawan kawan, satu yang bernama Ucok berbisik ke Sophia. Tiba-tiba Sophia menghampiri Mule. Entah apa yang di bisikin sampai-sampai Mule nurut untuk masuk ke dalam pesawat itu. Ipan kaget dan bilang
“heh Mule … Jangan ambil Mule, mau dikemanain tuh si mule?” dengan nada tinggi dan wajahnya terlihat masih bingung.
Dia adalah Penyelamat Planet kami, kami telah mencarinya lebih dari 2000 tahun, dan terimakasih kalian telah menjaga Pablohelo (sebutan untuk mule, gua jelasin). Boim dkk semakin bingung (gua apalagi ngehe). Dan boim bilang “bagaimana kalau kami ikut ke planet kalian?”
“Dengan senang hati karena kalian pengikut dari Pablohelo, yasudah silahkan naik ke kapal Bleholeho”, kata ucok.
Akhirnya boim dkk masuk ke kapal (katanya pesawat? Yang bener mana taeee) aneh itu, dan meraka sangat tabjuk karena di dalam kapal itu terdapat sungai yang sangat bersih dan pegunungan yang sejuk. Ini adalah desa “Qibo” , yang dibuat dengan teknologi abad 30 yang sangat hebat. “Bagaimana bisa kapal yang terlihat kecil di dalamnya ada kota?” tanya nino. Ini hanyalah tipuan tapi ini nyata atau tidak ada tapi bisa dibilang nyata. Didalam kota ini memang tidak berpenghuni tapi disini saat kita melakukan perjalanan kita bisa beristirahat dengan pemandangan yang indah, bisa memetik buah buahan, bisa menaiki hewan-hewan  bahkan disini ada Dinosaurus yang telah punah di bumi. Mereka tidak buas karena telah di setting untuk menjadi hewan yang baik (iyadah terserah u aja).

Sembaring berjalan-jalan di kota Qibo boim dkk akhirnya melihat Mule yang sedang bermain PlayStation 999 (ngentoy 999? Ps apaan tai?). Dengan TV yang kira-kira berukuran 70 inch, dan disuguhi dengan makanan yang paling enak di bumi, contohnya Kebab, Pizza, dan masih banyak lagi (itu makanan terenak dibumi hah? Terserah lu bangsat). “Mule benar benar beruntung ya”, sahut Boim. PlayStation 999 bentuknya seperti Handpone yang langsung akan mengeluarkan gambar sesuai yang diinginkan, seperti proyektor. “Ada jumlah lebih dari 2.000.000 permainan di PlayStation 999”, sahut Sophia. Tapi yang aneh dari PS999 itu adalah orang yang dimainkan itu adalah orang yang nyata, seperti di film (bodoamat tae).

Wajah Mule terlihat sangat bahagia, mule menggunakan baju Merah dengan topi yang ada bulat diatasnya, itu melambangkan penyelamat. Suasana disini sangat sejuk, tapi anehnya tidak seperti berada di dalam pesawat (tadi katanya kapal? Tai gajelas banget! kzl gua) yang sedang terbang. Kemudian di ruangan kemudi ada 5 orang yang sibuk sedang mengendarai kapal (bodoamaaattttt!), mereka seperti menggunakan GPS layar sentuh dan banyak tombol-tombol warna-warni yang jumlahnya kurang lebih ada 100. Para pilot kapal itu tersenyum menghormat ketika kami sedang melihat-lihat. Akhirnya kami di bawa ke sebuah kamar. Sophia memberitahu bahwa kita bebas melakukan apapun di kamar yang sangat luas ini. Di dalamnya ada TV yang berisikan Film2 cartoon yang belum pernah aku lihat di bumi, tempat tidurnya juga banyak dan sangat empuk, bedanya bila kita mau tidur kita hanya perlu menekan tombol di tembok dan tempat tidur akan keluar dari bawah lantai. Ada juga kamar mandi yang besarnya seperti kolam renang, ada air panasnya pula, dengan pemandangan seperti di Greenland. Apakah kalian mau mandi dulu ?  perjalanan menuju planet Mariorio masih 5 jam lagi. Yaudalah kita mau mandi dulu, jawab moko.
Aku (sejak kapan ada aku disini ngehee? daritadi aku nya diem bae) dkk berbincang-bincang, “Jadi si mule dianggap Penyelamat? Hoki banget yaa, tanyaku. “Iya aneh sekali, hahaha tapi bagus juga sih kita bisa jadi orang terkenal karena bisa keluar angkasa”, Ipan mengaco.

Sembaring mandi air hangat aku dkk berfoto-foto karena belum pernah melihat pemandangan seperti disini, disebelah utara kolam air panas ada air terjun dengan warna air yang sangat biru jernih sungguh seperti di surga. Sedang terpesona dengan air terjun, maemunah (ini siapa lagi anjing alien apa temen elu dah?) datang dan membawa handuk. “Masih saja kalian bingung, kan tadi sudah di kasih tau kalau ini adalah buatan dari teknologi abad 50 yang dibuat oleh prof. Ucok, dia adalah ilmuan dari planet Mariorio yang paling hebat, dan kapal ini adalah termasuk kapal buatan dia yang terbaik. Dan masih banyak juga yang telah dia buat contohnya adalah menara tulotulo yang terdapat di kota Zoal sebelah tenggara Planer Mariorio”. “Kalau slamet itu siapa ya?”, tanya nino. “Dia adalah tentara dari planet mariorio yang terhebat, makanya dia dikirim oleh ketua untuk penjelajahan mencari Pablohelo. Sudah 2000 tahun Planet Mariorio sangat menderita karena hilangnya Pablohelo, semua orang bersedih dan banyak yang bunuh diri. Tapi setelah keluarga dari La Oihu datang dan menjadi pemimpin planet Mariorio, suasana planet kami semakin lama semakin baik dan menjadi tentram lagi walaupun tanpa Pablohelo”.

TAMAT!

Well, sampe disini doang ternyata cerita maha karya ini, pengen nangis gua bacanya ngehe. Ini cerita kaya terinspirasi dari doraemon gitu dah kayanya, ngayalnya liar anjir kzl gua.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s